081223231134 info@barikade.id

Jakarta, Ketua Dewan Pengawas Koperasi Energi Nusantara Desa Indonesia (KENDI), Budiman Sudjatmiko mengatakan, BUMDes harus bisa didorong untuk mengembangkan ekonomi produktif melalui layanan pada sektor usaha berbasis energi terbarukan dengan cara meningkatkan perannya untuk ikut menjadi bagian penggerak perekonomian dan prasyarat dalam pembangunan Desa Mandiri Energi.

Lanjut Budiman, ada empat tantangan dan kendala kelistrikan di desa. Saat ini, ada empat tantangan dan kendala kelistrikan di desa. Pertama, skala ekonomi tingkat desa relatif kecil. Kedua, investasi kelistrikan kurang menarik jika hanya melayani pengguna domestik dan non produktif. Lalu, ketiganya adalah kontur dan topologi desa juga menjadi tantangan dan kendala dan keempatnya adalah mempersulit pengembangan sistem pembangkit dan distribusi listrik secara on-grid.

Sekjen Inovator 4.0 Indonesia, Tedy Tricahyono menerangkan Usulan Rencana Usaha Dalam Rangka Pembentukan Koperasi Energi Nusantara Desa Indonesia (KENDI)

“Kami sedang siapkan dukungan berbagai bentuk program untuk Desa melalui peran BUMDes dan BUMDesma untuk menjadi pengelola sektor usaha berbasis energi terbarukan kedepannya,” kata Gilang Prayoga, selaku Ketua Umum Koperasi Energi Nusantara Desa Indonesia (KENDI) saat berbicara dalam kegiatan webinar acara formatur organisasi, Selasa (13/10/2020).

Ia mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk memfasilitasi BUMDes dan BUMDesma kedepannya guna mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan melalui layanan kegiatan dalam wadah koperasi berbasis nasional ini. Selain juga untuk memanfaatkan berbagai potensi sumber daya yang ada di desa-desa untuk menghasilkan energi terbarukan.

Gilang menambahkan, penggunaan energi terbarukan telah digembar-gemborkan, namun realitanya sulit mewujudkan gagasan hijau ini. Tapi desa Wildpoldsried di selatan Jerman sudah berkiprah nyata, jadi desa mandiri energi hijau. Produk energinya delapan kali lipat dari kebutuhan dan dijual ke kawasan lain. Inilah desa percontohan kemandirian energi untuk masa depan.

Desa-desa Indonesia menanti hasil karya KENDI untuk mewujudkan visi “DESA MANDIRI ENERGI”. Mari berkolaborasi, pungkas Gilang.

Dengan semakin berkembangnya pemanfaatan energi terbarukan untuk penyediaan energi dan listrik diperdesaan, diharapkan akan mendorong disatu sisi peningkatan kemampuan dalam untuk rancang bangun dan fabrikasi teknologi energi terbarukan skala kawasan perdesaan dan menurunkannya biaya investasi awal sistem teknologi energi terbarukan disisi lain.

Energi merupakan penggerak perekonomian dan prasyarat dalam pembangunan. Ketersediaan energi yang cukup dan terjangkau dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, pelayanan kesehatan, pendidikan yang berkualitas, yang mendukung pembangunan manusia berkualitas. Akses atas energi merupakan kebutuhan yang mendesak dan tidak dapat diabaikan di era modern ini.

Penyediaan akses listrik bagi desa merupakan suatu program yang strategis untuk menutup kesenjangan antar desa dan kota, maupun kesenjangan antar wilayah. Melalui penyediaan akses listrik desa, pembangunan ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan dan diharapkan dapat mengikis kemiskinan. Penyediaan akses listrik perdesaan juga dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap hak rakyat atas energi yang berkualitas dan terjangkau.

%d blogger menyukai ini: